BLITAR - Saat pembukaan pendaftaran PPK dan PPS untuk pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018, dan pemilu tahun 2019 kemarin, KPU Kota Blitar banyak menerima pendaftar yang dulu pernah menjadi PPK dan PPS. Jika dilihat dari prosentase 56% pendaftar merupakan muka lama dan sisanya merupakan wajah baru atau usia muda. Padahal untuk Pilgub 2018 dan Pemilu 2019, pihaknya berharap mendapatkan pendaftar usia muda lebih banyak, agar kinerja mereka bisa merata.
Setyo Budiono, S.E. Ketua Merangkap Divisi Umum Keuangan dan Logistik KPU Kota Blitar pada Jumat (03/11), mengatakan bahwa menjadi PPK dan PPS memang membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra, apalagi dengan target kerja yang ketat, diduga menjadi faktor utama anak muda sekarang enggan menjadi PPK dan PPS. Faktor lain yang menyebabkan pendaftar muda sedikit diantaranya, kebanyakan mereka gugur diseleksi administrasi akibat banyaknya dokumen penting yang disyaratkan KPU Kota Blitar, tidak mampu mereka penuhi.
Setyo Budiono menambahkan, dari awal pihaknya berharap dengan adanya tenaga PPK dan PPS muda, bisa memaksimalkan kinerja KPU Kota Blitar. Terutama jika harus menghadapi dan menyelesaikan deadline, karena tenaga mereka masih bugar dan prima. Tetapi meski yang lolos seleksi mayoritas PPK dan PPS wajah lama, pihaknya justru terbantu karena mereka lebih berpengalaman dan menguasai sistem kerja PPK dan PPS.
Setelah melalui proses panjang, KPU Kota Blitar berhasil menyelesaikan tahapan seleksi PPK dan PPS, diantaranya proses pendaftaran, proses seleksi administrasi, proses ujian tulis, dan proses wawancara. PPK dan PPS terpilih akan diumumkan (15/11), di Kantor KPU Kota Blitar.(yud)
Post format
standard