BLITAR - Sudah kesembilan kali Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Blitar menggelar workshop tentang layanan autis. Workshop kesembilan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 06 hingga 08 November 2017. Workshop dibagi untuk dua hari, diisi dengan pembelajaran secara teori diruang layanan umum dan kelas transisi PLA Kota Blitar. Sedangkan yang satu hari terakhir diisi dengan praktik baik secara kelompok maupun individu tentang bina perilaku, aquatic terapi dan lain-lain.
Dalam workshop ini telah menghadirkan dua narasumber konsultan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Masing-masing, Waskito Budi Adi Aribowo, RPT, RMT dan Nursamsi Anci, M.Pd. serta ketua PLA Kota Blitar pada Senin (06/11). 
Waskito mengatakan bahwa dalam workshop di PLA Kota Blitar ini menyampaikan Metode Penanganan Anak. Didalamnya diisi dengan layanan individu kelas transisi dan kelompok yang sudah berstandart internasional. Selain pemberian materi metode-metode itu juga diisi dengan simulasi dengan teman peserta maupun dengan peserta didik. Sebagai tindaklanjut dilakukan penyusunan yang akan diaplikasikan tahun 2018, dengan mengevaluasi kegiatan setahun.
Sementara itu Dra. Rahmi Aida, M.Pd. Ketua PLA Kota Blitar dikonfirmasi seusai memberi materi mengatakan, terealisasinya program Workshop ke 9 dengan tema Program Layanan Umum Dan Kelas Transisi ini menindaklanjuti UU No. 8 tahun 2016. Didalamnya berisi bahwa setiap daerah kota/kabupaten layak memiliki pusat disabilitas.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti sekitar 55 orang. Selain tim PLA Kota Blitar juga dari luar daerah. Seperti dari Gorontalo, Singkawang, Sragen, Jogja dan Kalimantan Selatan.(der)
Post format
standard